Monumen ini terletak di Pertinggan Gaji, Dalung, Kabupaten Badung. Monumen ini berupa rumah milik Keluarga Bagus Made Wena dari Pasraman Puri Puncak, Pamucuk. Bangunan ini dulunya digunakan sebagai markas rahasia perjuangan bawah tanah perang kemerdekaan Republik Indonesia. Bangunan bertingkat dua yang disebut loteng ini terdiri dari ruang suci merupakan tempat berkumpulnya para pendeta, sedangkan tempat persembunyian pejuang tatkala musuh datang, di sungai yang mengalir di bawah bangunan, tempat pembuatan kopra dan digudang. Made Wija Kusuma alias Pak Joko sebagai Ketua Pemuda Republik Indonesia Bali sangat sering memanfaatkan rumah itu sebagai tempat rapat untuk mengatur strategi perjuangan kemerdekaan di Bali.
Pertemuan rahasia yang sangat bersejarah di rumah Bangsal dilaksanakan pada 16 Agustus 1945. Saat itu para pejuang mengatur strategi untuk merebut senjata tentara Jepang dan mengambil alih pemerintahan Jepang di Bali. Pemugaran monumen ini dimulai pada 1 Juni 2008. Pemerintah Badung mengucurkan sekitar Rp 100 juta untuk pemugaran rumah, khususnya dari dua lantai menjadi tiga lantai. Rencananya monumen ini akan digunakan untuk fasilitas publik berupa: perpustakaan , radio komunitas, dan kegiatan-kegiatan sosial.
Bali diberkati dengan alam yang sangat indah dan memiliki ekosistem alami yang terawat, seperti pantai, pegunungan, danau, air terjun, bukit, air panas alam, hutan, dan lainnya. Wisata alam di Bali sangat ideal untuk dikunjungi dan melakukan berbagai aktivitas baik sendiri ataupun berkelompok. Pengunjung ke wisata alam tidak hanya akan memiliki pengalaman yang tak terlupakan, tetapi juga meniggalkan kepuasan tersendiri terhadap lingkungan alam tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar